![]() |
| Source: EveningStandard |
Kecantikan di mata perempuan identik dengan seseorang yang memiliki rambut panjang, tubuh langsing, dan kaki yang jenjang. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, standar kecantikan dalam setiap negara menjadi lebih beragam. Seperti orang di Asia Timur yang standar kecantikannya identik dengan kulit putih dan wajah kecil, sedangkan orang di Amerika identik dengan kulit tanned, alis tegas, dan bibir yang penuh. Well, itu hanya stereotip saja.
Akhir-akhir ini sangat banyak orang yang melawan standar kecantikan yang diciptakan oleh negara yang mereka tempati. Dan dapat dibuktikan bahwa mereka dapat tetap terlihat cantik tanpa mengikuti beauty standard masyarakat itu sendiri.
"Seandainya aku ga sekurus ini mungkin aku akan lebih cantik."
"Seandainya hidung aku mancung mungkin aku bakal lebih cantik."
"Seandainya alis aku tebel mungkin aku bakal lebih cantik."
Dan seandainya-seandainya yang lain. Tanpa disadari, kita seringkali menjadi kurang bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan.
Saya akui hingga saat ini, sayapun masih merasa tidak puas dengan penampilan saya sendiri. Terkadang, saya iri dengan orang sekitar saya yang di mata saya terlihat lebih cantik. Bahkan di hari-hari tertentu, kepala saya selalu tertunduk saat berjalan di tengah publik karena saya merasa wajah saya lagi "jelek banget".
Tetapi setelah dipikir-pikir, mau sampe kapan saya bakal kaya gini terus? Ngebandingin penampilan sendiri sama orang lain itu ga akan ada habisnya. Rasanya kaya saya nguras energi saya sendiri sampe redup, mikirin hal yang sebenernya ga harus dipikirin, dan ujung-ujungnya malah bikin stress diri sendiri.
Sang pencipta udah nyiptain saya sebaik mungkin, kenapa saya protes?
Bodyshamming
Big or small,
short or tall,
none of us beautiful if we tear
others down to build ourself up.
Beberapa orang tanpa sadar melakukan bodyshamming kepada orang lain. Entah itu hanya sekedar guyonan, atau memang benar serius. Akan tetapi, hal tersebut tetap saja akan menyakiti hati orang lain.
Seseorang yang menjadi korban bodyshamming mungkin akan terlihat baik-baik saja saat orang-orang di sekitar mereka bergurau mengenai hal tersebut. Tetapi jauh di dalam diri mereka, mungkin mereka merasakan sakit hati dan sedikit kecewa. Kepercayaan diri mereka akan menurun dan itu membuat mereka menjadi insecure terhadap diri sendiri.
Jadi, berhentilah mengomentari penampilan orang disekitarmu dengan komentar yang negatif. Karena orang-orang tidak dapat memilih mau seperti apa wujud mereka saat dilahirkan.
Cantik itu relatif
Be-you-tiful.
You are pretty with your own way.
Mungkin terdengar omong kosong, tapi itu memang benar adanya. Setiap orang memiliki standar kecantikkan mereka masing-masing. Jika kita melihat sisi kecantikkan lebih luas, sebenarnya kecantikkan tidak hanya dipatok oleh penampilan fisik yang ideal saja. Banyak orang yang terlihat menarik di mata orang lain karena aura yang berada di dalam diri mereka terpancar.
Tidak apa-apa jika kamu ingin menurunkan berat badan atau menambah berat badan.
Tidak apa-apa jika kamu ingin memiliki kulit putih atau kulit tanned.
Tidak apa-apa jika kamu ingin melakukan operasi plastik.
Merubah penampilan menjadi yang kamu inginkan bukan berarti kamu menjadi seseorang yang kurang bersyukur. Selagi kamu melakukan itu agar kamu lebih mencintai diri sendiri dan hal tersebut dapat membuat kepercayaan dirimu bertambah, kenapa engga?


0 Comments