Masyarakat dan Lampu Lalu Lintas


(photo by Dave Roos, via: auto.howstuffworks.com)

Lampu di persimpangan jalan baru saja berganti warna menjadi hijau selama kurang dari tiga detik, akan tetapi suara klakson para pengendara yang tidak berada di depan batas pemberhentian sudah terdengar sahut menyahut. Entah mereka memang sedang diburu oleh waktu, atau mereka hanya ingin sampai dengan cepat ke tempat tujuan terntentu.

Saat lampu kembali berganti warna menjadi  merah, ada orang-orang yang secara terang-terangan melanjutkan perjalanan, tidak mempedulikan  perjalanan para pengendara lain dari arah yang berbeda menjadi terhambat. Beberapa dari mereka bahkan hanya menaati aturan jika melihat ada polisi yang sedang mengatur di sekitar jalan.

Akan tetapi, ada juga orang yang berhenti dan sabar menunggu lampu berganti warna. Sebagian dari mereka menghabiskan waktu diam membisu sambil memperhatikan orang yang berlalulalang, berbincang di atas kendaraan dengan orang tersayang, dan mengeluh karena panasnya sinar matahari di jalan.

Para penjual terlihat menghampiri para pengendara yang sedang menunggu sambil menawari barang dagangannya, mulai dari tisue, makanan dan minuman, hingga mainan. Sedangkan di pinggir jalan, terlihat para musisi jalanan menyumbangkan suara mereka demi beberapa lembar uang.

Terdapat berbagai peraturan lalu lintas yang dibuat pemerintah agar para pengendara dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman, dan tertib. Salah satunya adalah dibuatnya lampu lalu lintas. Namun hingga saat ini, masih ada masyarakat yang tidak menaati peraturan tersebut.

Kendaraan dari berbagai arah melebur menjadi satu. Tak jarang membuat kemacetan yang cukup panjang, bahkan sebuah kecelakaan. Orang-orang yang sudah menaati peraturan terkadang menjadi korban para orang-orang yang melanggar. Hijau untuk jalan, merah untuk berhenti, dan kuning untuk waspada atau hati-hati. Mungkin anak yang masih berada di sekolah dasar saja sudah mengetahui arti dari warna lampu lalu lintas, tetapi mengapa masih banyak orang yang melanggar? Padahal mereka hanya perlu berhenti dan menunggu sejenak giliran untuk berjalan.


0 Comments